KELAS AYAH BUNDA

Tema : Mendidik dan Mengasuh Anak Kewajiban Siapa?

Eh, apa nih Kelas Ayah Bunda? Ada yang pernah dengar? Atau malah pernah mengikuti? Oke, sebelum ke sana, bloger akan sampaikan dulu terkait Sekolah Orangtua. Wah, apa pula ini??

Mengutip dari akun resmi instagramnya, sekolah orangtua adalah sebuah wadah pembelajaran non formal yang memuat program-program terkait kerumahtanggaan. Khususnya terkait pola asuh dan pendidikan anak yang berlandaskan psikologi islam. Nah, Kelas Ayah Bunda adalah salah satu program yang digagas dari sini. Di mana pada kegiatan perdananya, kelas ini berdiskusi terkait tema siapa yang memiliki kewajiban terhadap mendidik dan mengasuh anak.

Pada Sabtu, 22 Januari 2022 kemarin, Kelas Ayah Bunda pertama telah digelar. Bertempat di Taman Syurga yang terletak di jalan Jambe, kegiatan ini dihadiri oleh wali murid PAUD Taman Syurga di mana PAUD ini terkenal memberikan pendidikan gratisnya dan dihadiri peserta umum juga.

Rangkaian acaranya sendiri berupa pembukaan, sambutan dari Ketua Yayasan Bina Islamica yakni Bapak Aan Subhan, pengenalan Sekolah Orangtua, materi inti, dan penutup. Jadi, Panti Asuhan Taman Syurga ini memang memiliki bangunan-bangunan saung dan kini tengah di bangun area outbond juga di bagian belakang. Area ini terbuka untuk umum. Beberapa kali, saung-saung di sini pernah dipakai untuk kegiatan. Tak perlu pusing memikirkan biaya sewanya, karena infaq terbaik Sobat Readers insya Allah mampu memberikan keberkahan pada kegiatan yang dilakukan, juga keberlangsungan anak-anak panti asuhan sendiri.

doc. pribadi

Kembali ke acara Kelas Ayah Bunda, berikutnya adalah pengenalan terkait Sekolah Orangtua seperti yang sudah bloger singgung di bagian awal tadi. Penjelasan disampaikan oleh inisiatornya sendiri, yakni Mbak Nurul Mae. Ya, beliau memang masih orang yang sama dengan penggagas Dolan Bareng sekaligus founder Kebun Belajar Semesta Alam.

doc. pribadi

Selanjutnya, memasuki acara inti yang diisi oleh Bu Awal Noviana R, S. Psi, beliau adalah Kepala Divisi Pendidikan Community Relation Al-Azhar Cilacap. Di sini peserta diajak untuk merenung terlebih dahulu dan menilik ayat dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman. Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

doc. pribadi

Ada juga QS An-Nisa : 9

           “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Awalnya bloger merasa ragu untuk mengikuti kelas ini. Pasalnya pastilah sudah sangat tertera di judulnya. Kelas ini utamanya ditujukan kepada mereka yang sudah menikah. Apalah bloger yang masih single ini. Namun, kecenderungan untuk menimba ilmu rasanya lebih berat. Dan bloger bersyukur bisa mengikuti acara ini hingga selesai. Karena ini bukan perkara single atau sudah menikah. Apa pun statusmu, ilmu yang disampaikan di kelas ini tetap akan berguna. Kecuali kalau anak-anak yang hadir ya. Karena itu sama sekali bukan target kelas ini.

Dalam kelas ini juga pemateri menyampaikan seperti apa fokus otak laki-laki dan perempuan. Apa yang menjadi prioritas masing-masing gender dalam keseharian yang rentan memicu miscomunication hingga pertengkaran dalam rumah tangga kalau masing-masing memiliki sumbu pendek.

Pembawaan pemateri yang menyenangkan dalam berbicara pun memberikan vibe positif pada kelas. Sebagai wanita yang melalui umur pernikahan 15 tahun itu, beliau memaparkan bahwasanya peran ayah adalah sebagai penanggung jawab pendidikan dalam keluarga. Kemudian peran ibu sendiri sebagai pelaksana harian, sebab porsi seorang ibu biasanya lebih banyak berinteraksi dengan anak.

Dari sudut pandang bloger sebagai perempuan yang belum membina biduk rumah tangga, ilmu dari kelas ini daging sekali. Bahkan otak bloger jadi bisa membuat rencana seperti apa nantinya untuk anak. Kemudian, bagaimana membangun suasana keluarga yang diinginkan. Belum lagi rencana pola asuh, pendidikan anak dan sebagainya.

Kesimpulannya, mendidik dan mengasuh anak tanggung jawab siapa? Yakni tanggung jawab bersama. Kalau proses pembuatannya saja bisa bekerjasama, kenapa saat sudah berada di dunia, harus berat sebelah? Seperti yang disampaikan oleh inisiator Sekolah Orangtua bahwa tujuan mengikuti kelas ini bukan untuk saling menyalahkan, menyudutkan, merasa paling benar, dan mengevaluasi tindakan pasangan selama ini—apalagi pasangan orang lain. Namun, lebih ke pembelajaran pada diri sendiri. Bagaimana ilmu tersebut mengakar pada diri sendiri terlebih dahulu. Bagaimana mindset dalam diri bisa diarahkan dengan sesuai. Lalu, perlahan-lahan praktikkan untuk diri sendiri terlebih dahulu juga.

doc. pribadi

Jadi, kelas ini layak diikuti bahkan dianjurkan buat Sobat Readers yang bersedia untuk belajar bersama pasangan. Sobat Readers yang single pun tak perlu minder. Karena justru Sobat Readers punya satu langkah lebih dulu untuk mempersiapkan diri sebelum benar-benar membangun biduk rumah tangga.

doc. pribadi

Sekolah Orangtua sendiri tak pernah kita temukan materinya dalam jenjang pendidikan formal manapun. Maka dari itu, beruntunglah Sobat Readers yang berhasil mereguk manisnya ilmu di sini.

Silakan ambil yang baik-baiknya. Akhir kata, semoga bermanfaat.(^_^)

Cilacap, 2022年1月24日

DOLAN BARENG EPISODE #5 (ASYIKNYA BERMAIN BALOK TITIAN & TEROWONGAN, BAKIAK, PINDAH BOLA, BERTUALANG NAIK PERAHU, DAN ASAH KREASI DENGAN MEMBUAT KOLASE BERSAMA DARI BIJI-BIJIAN)

Hai, ketemu lagi di acara akhir pekan bersama orang tua dan anak. Masih setia mengikuti kegiatan Dolan Bareng? Minggu ini, kami berkegiatan di mana ya? Yap, pastinya di wilayah Cilacap saja. Di kesempatan kali ini, Kebun Belajar Semesta Alam dan Entrance bekerja sama dengan Yayasan Bina Islamica Cilacap dalam perihal menyelenggarakan Dolan Bareng.

Bertempat di jalan Jambe atau dikenal dengan nama Panti Asuhan Taman Syurga, Dolan Bareng saat ini memiliki agenda kegiatan bermain dan berpetualangan. Alhamdulillah, cuaca pagi hari ini cerah ceria seakan mengimbangi perasaan anak-anak yang hendak bermain dan belajar. Warna kostum kali ini pun semakin menyemarakkan kegiatan hari ini, yakni kuning atau oranye.

Bloger kembali menyiapkan diri sebaik mungkin demi lancarnya kegiatan hari ini. Pastinya tak lupa untuk melakukan koordinasi efektif dengan si Bungsu. Seperti di kesempatan sebelumnya, dia harus dikondisikan sedemikian rupa. Bloger pun pastinya menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan selagi si Bungsu mempersiapkan diri.

Sesuai dengan konsepnya, dalam Dolan Bareng sudah menjadi sebuah kewajiban untuk mengenalkan anak-anak pada permainan tradisional. Jadi ingat masa kecil ‘kan? Sebagai orang tua, bisa jadi masa kecil kita dulu memiliki kesempatan bermain menyenangkan. Bermain dengan alam adalah hal yang memberi kepuasan tersendiri. Seiring berjalannya waktu dan peralihan jaman. Akan selalu ada pergeseran hingga perubahan yang dirasakan. Nah, sebagai andil pada kegiatan pelestarian permainan tradisional sekaligus bernostalgia, Dolan Bareng mengajak kita semua untuk bermain bersama. Dari yang belum tahu jadi tahu, dari yang kangen jadi terobati rindunya, dan dari yang merasa belum puas semasa kecilnya—mungkin—bisa puas-puasin lagi deh di sini bersama anandanya.

Di sini ada 3 permainan pembukaan, yakni balok titian dan terowongan, bakiak, dan memindahkan bola ke dalam keranjang. Eits, permainan ini pun punya manfaat, lho. Pada balok titian dan terowongan, keseimbangan tubuh, keberanian, dan keoptimalan motorik kasar anak-anak dilatih. Kemudian adapula bakiak yang mengajarkan anak bersosialisasi dengan teman ‘seperjuangan’-nya, juga melatih keberanian dan koordinasi. Di permainan memindahkan bola ke keranjang menggunakan kertas HVS, anak-anak belajar kekompakan dengan teman, keseimbangan, juga koordinasi mata dan tangan. Karena pada realitanya, ada pasangan anak yang keliru dengan keranjangnya. Tak masalah, sebab memang di sinilah kita semua belajar. Baik dari sisi yang melakukan maupun yang memperhatikan.

doc. pribadi

Usai seru-seruan bermain, kini saatnya berpetualang. Orang tua dan anak dibagi ke dalam dua kelompok. Yaitu, kelompok yang berpetualang menyusuri sungai naik perahu dan kelompok yang berkreasi membuat kolase dari biji-bijian. Bagaimana? Sepintas tampaknya sederhana ya. Tapi, memberikan kesempatan anak-anak untuk mencicipi pengalaman menarik, insya Allah menjadi kenangan manis tersendiri untuk mereka.

Rencananya, sekitar 5-10 menit, anak-anak akan merasakan pengalaman melaju bersama perahu. Pastinya dengan dinahkodai dan ditemani oleh tenaga profesional ya. Selain itu, beberapa orang tua yang hendak ikut pun diperbolehkan. Selama masih tak melebihi batas maksimal.

doc. pribadi

Di sisi lain, kelompok yang mengerjakan kolase dipandu langsung oleh Bunda Nurul. Menggunakan gambar yang tersedia, anak-anak bebas menempelkan kapas dan biji-bijian di sisi mana pun. Adapun contohnya, akan tetapi membiarkan anak-anak mengikuti insting kreasinya mungkin akan lebih memicu kesenangan dan kepuasan mereka. Bagi karya yang sudah selesai, para peserta boleh membawanya pulang.

doc. pribadi
doc. pribadi

Kembali ke area tepi sungai, ternyata waktu yang digunakan kelompok pertama untuk berpetualang di luar estimasi—20-30 menit. Tadinya, dipikir tak akan memakan waktu selama itu. Namun, pada kenyataannya setelah kelompok petualang berikutnya kembali, kami mendapat pemaparan bahwasanya mengendarai perahu sederhana pun membutuhkan teknik khusus sekaligus menunggu arus sungai yang sesuai untuk kembali ke titik awal. Mungkin ke depannya, bisa lebih diatur lagi kegiatannya. Sehingga tak membuat sebagian peserta bosan menunggu. Belum lagi yang memiliki jadwal kegiatan lanjutan. Dan ini menjadi catatan khusus bagi pihak panitia.

Selesai dari sini, para peserta yang masih bertahan di lokasi mengikuti sesi pembagian doorprize. Sekali lagi, terimakasih untuk para ayah-bunda sekaligus ananda yang sudah mengikuti acara ini. Semoga manfaatnya bisa diraih dengan maksimal dan mohon maaf pastinya untuk hal-hal yang kurang berkenan.

Tak bosan-bosannya, buat orang tua dan anak yang ingin bermain bersama tapi bingung menyusun konsep, jangan ragu untuk ikutan kegiatan Dolan Bareng yang insya Allah akan dilaksanakan rutin setiap satu bulan sekali. Pihak panitia juga insya Allah welcome untuk membangun diskusi bersama ayah-bunda. Buat Sobat Resders yang berminat, silakan stay tune di akun instagram Kebun Belajar Semesta Alam ya. Akhir kata, Dolan Bareng….PASTI SERU!!!

Sampai jumpa di episode selanjutnya.(^_^)

*Dokumentasi foto dilakukan berdasarkan kolaborasi antara panitia dan peserta

 

Cilacap, 2022年1月21日

DOLAN BARENG EPISODE #4 (BERMAIN BERSAMA SAMPAH, MENANAM, & PETIK SAYUR HIDROPONIK)

Akhir pekan tanggal 19 Desember 2021, Dolan Bareng kembali dilaksanakan. Bloger yang didapuk menjadi salah satu panitia bagian pendaftaran pun segera mempersiapkan diri. Kalau yang sebelumnya sempat ngaret, kali ini jelas harus lebih ditingkatkan lagi persiapannya.

Bloger bersiap dan pastinya juga harus mengondisikan si Bungsu lebih baik. Gerak-geriknya lebih santai daripada bloger, jadi dia harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Selagi si Bungsu ke kamar mandi, bloger bisa menyiapkan hal-hal lain yang perlu dibawa sekaligus mengerjakan tugas domestik yang bisa dikerjakan terlebih dahulu.

Sampai di lokasi, sudah ada peserta yang berangkat. Itu berarti saatnya ‘gelar lapak’. Bloger segera memosisikan diri di bagian registrasi dan membiarkan si Bungsu untuk melaksanakan tugasnya di bagian dokumentasi.

Konsep Dolan Bareng kali ini adalah berkunjung ke Taman Edukasi Ketapang. Sebuah taman yang digunakan untuk mengembangbiakkan teknik hidroponik pada sayuran, mengolah kompos, sampah, air hujan, minyak jelantah, dan membuat kerajinan serta ada warung kelontong kecil-kecilan pula.

Dilihat sepintas, ini memang bukanlah sebuah taman untuk area bermain. Namun, tempat ini sangat bisa digunakan untuk menimba ilmu, khususnya terkait lingkungan. Penggagasnya, Pak Nur, sudah mengelola tempat ini selama kurang lebih 9 tahun. Bersama warga sekitar, Pak Nur mengelola taman ini dengan visi dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Melihat ada tempat seperti ini, founder Kebun Belajar Semesta Alam—Bunda Nurul—mendapat ide untuk memberikan edukasi terkait sampah dan memberikan pengalaman menarik untuk memetik sayur hidroponik kepada anak-anak. Selain itu, ada pula permainan mencari bahan alami di lingkungan sekitar bersama orang tua atau yang disebut Nature Hunt.

doc. pribadi

Jadi, secara kronologi, dari setengah 8 melakukan registrasi, para peserta digiring untuk melakukan permainan lempar karet. Berikutnya ada permainan estafet karet gelang menggunakan sedotan. Usai bermain karet gelang, para peserta diajak untuk bermain memilah sampah organik dan anorganik. Sebelum permainan dimulai, peserta mendapatkan penjelasan singkat terlebih dulu terkait sampah tersebut. Namanya juga anak-anak, sebagian besar dari mereka lebih tertarik untuk bergerak dan melakukan sesuatu daripada mendengarkan. Namun, inilah tantangannya. Baik untuk panitia maupun orang tua. Sulit itu bukan berarti mustahil. Maka dari itu, masing-masing pihak, baik dari yang dewasa maupun anak-anak mencoba untuk ‘berdamai’ dengan keadaan tersebut.

doc. pribadi

Penjelasan tidak terlalu panjang, anak-anak tetap berusaha dikondisikan sebaik mungkin. Walaupun pada praktiknya, mereka lebih banyak penasaran dan memegang sekaligus mencampur sampah-sampah yang sudah dikumpulkan di atas meja. Tak masalah, selama apa yang mereka lakukan masih dalam pengawasan, insya Allah semua bisa berjalan dengan baik.

Selanjutnya, ada tur masuk ke area hidroponik dan pembuatan kompos. Anak-anak juga berkesempatan memberikan makan pada ikan-ikan lele yang ada di bawah lahan hidroponik kangkung. Sayangnya, hari ini waktunya belum tepat untuk panen kangkung. Tapi, jangan bersedih. Ada sayuran pokcoy yang bisa menjadi penggantinya.

doc. pribadi

Keluar dari ruang hidroponik, para peserta digiring untuk beranjak menilik warung dan ruang kerajinan yang dibuat oleh masyarakat sekitar. Kerajinan-kerajinan tersebut bisa langsung dibeli jika ada peserta yang berminat. Jadi, memang Pak Nur mencoba untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Toh, uang yang masuk pun akan digunakan untuk mereka juga.

doc. pribadi
doc. pribadi

Di sini, peserta yang sudah melakukan tur bisa berpindah sesi ke menanam kangkung bersama menggunakan polibag dan tanah yang sudah disediakan. Bloger sempat mendengar ada yang baru tahu bahwa kangkung berawal dari biji. Ya, seenggaknya tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi tercapai.

doc. pribadi

Agenda terakhir adalah nature hunt. Berdasarkan contoh yang sudah ada, para peserta diminta untuk mengumpulkan potongan tumbuh-tumbuhan dari lingkungan sekitar. Lalu, ditempelkan di kolom-kolom yang tersedia. Jika sudah selesai, mereka akan mendapat dua stiker. Yaitu mission completed dan bintang. Sayangnya, ada keteledoran yang bloger lakukan sebagai panitia. Yakni, tak menyediakan tempat sampah. Padahal di awal acara tadi, sempat ada sesi mengenalkan anak-anak pada dua kategori sampah. Harapannya, para peserta bisa lebih aware terhadap sampah. Namun, malah jadi serasa ingkar sendiri atau sekadar pencitraan. Ya, ini contoh yang tak perlu ditiru ya, Sobat Readers. Semoga ke depannya bisa menyiapkan lebih baik lagi.

Sesi foto dilakukan di depan tulisan Taman Edukasi Ketapang. Terimakasih kepada para peserta yang sudah menyemarakkan kegiatan ini. Semoga anak-anak senang dan orang tua pun puas. Sekaligus yang paling penting adalah bisa membangun bonding antara orang tua dan anak.

doc. pribadi

Oke, dengan berakhirnya permainan nature hunt berarti Dolan Bareng pun sudah mendekati bagian penutup. Usai anak-anak berfoto sembari memegang hasil nature hunt mereka bersama orang tua masing-masing, pembawa acara pun menutup acara ini.

Semoga kegiatan ini bisa menjadi wasilah orang tua dan anak membangun hubungan akrab dan menjadi solusi bagi keluarga-keluarga yang bingung hendak berkegiatan apa bersama anak tercintanya. Terimakasih partisipasinya dan sampai jumpa di Dolan Bareng episode selanjutnya. (^_^)

*Dokumentasi foto dilakukan berdasarkan kolaborasi antara panitia dan peserta

 

Cilacap, 2022年1月14日